Resah dan Gelisah hidup hidup di bangsa ini

Aug 19,2018

Siang yang menyedihkan didalam lamunan kota dan negri ini, intopeksi dan usaha ternyata tiada hasil yang lebih baik jadinya kebingungan dirasa menjadi kosekuensinya karena para pemberi kebijakan tidak berpihak pada rakyat kecil melainkan berpihak ke orang-orang kaya alhasi yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin Orang-orang itu bukannya mengusur kemiskinan malah mengusur orang miskin, Petani makin merasa tercekik,buruh makin memburuk. Usaha dan kerja keras bagi kalangan menengah kebawah hampir setiap hari memperjuangkan kehidupan keluarganya yang penuh beban tangungan angsuran pendidikan anak-anak mereka,memikirkan biaya untuk mengarap sawah dimana harga produksi tani yang mahal dan disaat panen tiba harga anjlok akibat

Read More…

MIMIKRI ORDE BARU

Aug 19,2018

Belakangan ini jagat politik kita menunjukkan keanehan. Ada upaya menggiring publik hanya terpusat pada siapa calon wakil presiden (cawapres) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Upaya ini gencar tersebar lewat media massa, pun media sosial. Pemilu 2019 dibuat sekadar ajang cari pasangan petahana. Diluar petahana, dianggap tak mampu. Cukup cari pasangan petahana, bukan lawan petahann Siapa saja boleh dipasang ke petahana, lalu disurvei. Hasil survei disebar ke publik. Memang, ada juga survei pada lawan petahana. Tapi, di ujung survei lalu dibuat perbandingan skor prosentase, antara pelawan dan petahana. Artinya, skor pelawan tak akan pernah tersurvei melampaui petahana. Akhirnya, kembali lagi pada wacana pasangan,

Read More…

Antara Marhaenisme Dan Marxisme (Sayuti Melik)

Aug 19,2018

Marhaenisme dan Bung Karno adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Marhaenisme sangat identik dengan Bung Karno. Ideologi ini digagas oleh Bung Karno yang menaruh perhatian lebih pada nasib rakyat kecil Indonesia. Namun sayang, Marhaenisme runtuh seiring dengan runtunya kekuasaan Sukarno. Marhaenisme pasca Nawaksara tidak menemukan bentuknya yang sejati karena ruh Marxismenya sudah dicabut oleh pemerintah Orde Baru. Sebenarnya marhaenisme sendiri memiliki banyak penafsiran. Marhaenisme telah melahirkan banyak penafsir; seperti Sarmidi Mgunsarkoro (Inti Marhaenisme dan politik Marhaenisme; Penjelasan Marhaenisme), Sayuti Melik (Antara Marhaenisme dan Marxisme , dan Sumbangan-sumbangan pikiran mengenai Marhaenisme), Ali Sastroamidjojo (Bulatkanlah Front Marhaenis dalam ideologinya dan Organisasinya), Ali

Read More…

Kerjasama Kaum Muslim dan Kaum Komunis Pasca-Revolusi Bolshevik 1917: Sebuah Pengantar

Aug 19,2018

Gambar: muslim al-syuyu’i – orang islam yang komunis Dengan kemenangan kaum Bolshevik pada Oktober 1917 pilihan-pilihan strategis harus dibuat. Banyak pembaharu Muslim pra-revolusioner, kaum Jadid, berupaya bekerja di bawah naungan sistem Soviet. Hal ini dimungkinkan oleh kebijakan-kebijakan moderat yang dijalankan oleh kaum Bolshevik. Mereka juga menyerukan umat Muslim untuk melibatkan diri dalam suatu jihad melawan penjajahan Barat. Tahun 1920-an merupakan masa emas kerjasama antara kedua pihak. Di Indonesia, pemberontakan 1926 berilhamkan komunis dan Islam. Namun, kerjasama antara komunisme dan Islam tidak bertahan lama. Setelah kematian Stalin, terbuka jalan bagi pembaruan kerjasama antara gerakan-gerakan komunis dan umat Muslim yang mencapai kesuksesan sementara

Read More…